Jumat, 28 Oktober 2011

PENGARUH KRISIS GLOBAL TERHADAP PEDAGANG KAKI 5 DI INDONESIA

Pedagang Kaki Lima atau disingkat PKL adalah istilah untuk menyebut penjaja dagangan yang menggunakan gerobak. Istilah itu sering ditafsirkan demikian karena jumlah kaki pedagangnya ada lima. Lima kaki tersebut adalah dua kaki pedagang ditambah tiga "kaki" gerobak (yang sebenarnya adalah tiga roda atau dua roda dan satu kaki). Saat ini istilah PKL juga digunakan untuk pedagang di jalanan pada umumnya.
Sebenarnya istilah kaki lima berasal dari masa penjajahan kolonial Belanda. Peraturan pemerintahan waktu itu menetapkan bahwa setiap jalan raya yang dibangun hendaknya menyediakan sarana untuk pejalanan kaki. Lebar ruas untuk pejalan adalah lima kaki atau sekitar satu setengah meter. 
Pedagang kaki lima pada umumnya adalah self-employed, artinya mayoritas pedagang kaki lima hanya terdiri dari satu tenaga kerja. Modal yang dimiliki relatif tidak terlalu besar, dan terbagi atas modal tetap, berupa peralatan, dan modal kerja. Dana tersebut jarang sekali dipenuhi dari lembaga keuangan resmi, biasanya berasal dari sumber dana ilegal atau dari supplier yang memasok barang dagangan. Sedangkan sumber dana yang berasal dari tabungan sendiri sangat sedikit. Ini berarti hanya sedikit dari mereka yang dapat menyisihkan hasil usahanya, dikarenakan rendahnya tingkat keuntungan dan cara pengelolaan uang. Sehingga kemungkinan untuk mengadakan investasi modal maupun ekspansi usaha sangat kecil (Hidayat, 1978).

pekerjaan sebagai pedagang kaki lima merupakan salah satu pekerjaan yang relatif tidak terpengaruh krisis ekonomi karena dampak krisis ekonomi tidak secara nyata dirasakan oleh pedagang kaki lima. Oleh karena itu diperlukan kesamaan gerak dan langkah pedagang kaki lima melalui keberadaan organisasi-organisasi pedagang kaki lima. Pemberdayaan melalui organisasi pedagang kaki lima perlu diupayakan.

perhatian organisasi pedagang kaki lima kepada anggota cukup besar, namun demikian perhatian yang diberikan belum optimal karena masih sebatas mengorganisir dan mengatur keberadaan pedagang kaki lima dan dalam kondisi krisis ekonomi ini organisasi kurang mampu melakukan pemberdayaan (empowerment) pedagang kaki lima. Berbagai kinerja yang dihasilkan pedagang kaki lima pada saat krisis ekonomi menunjukkan tidak ada kaitan yang jelas antara upaya organisasi pedagang kaki lima dengan perubahan kinerja usaha. Bagaimanapun organisasi pedagang kaki lima belum mampu membantu pedagang kaki lima dalam mengatasi krisis ekonomi yang terjadi dan keadaan ini sebenarnya menjadi tantangan yang masih harus diperhatikan oleh pihak-pihak terkait.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/1776191-dampak-krisis-ekonomi-terhadap-keberadaan/#ixzz1c6McJrHP
http://id.wikipedia.org/wiki/Pedagang_kaki_lima

MACAM-MACAM PENALARAN

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Ada dua macam dalam menalar yaitu induktif dan deduktif :
Penalaran induktif
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi. Contoh :
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
∴ Jika dipanaskan, logam memuai.
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
Penalaran deduktif
Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala. Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Contoh:
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Kedua penalaran tersebut di atas (penalaran deduktif dan induktif), seolah-olah merupakan cara berpikir yang berbeda dan terpisah. Tetapi dalam prakteknya, antara berangkat dari teori atau berangkat dari fakta empirik merupakan lingkaran yang tidak terpisahkan. Kalau kita berbicara teori sebenarnya kita sedang mengandaikan fakta dan kalau berbicara fakta maka kita sedang mengandaikan teori (Heru Nugroho; 2001: 69-70). Dengan demikian, untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah kedua penalaran tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dan saling mengisi, dan dilaksanakan dalam suatu wujud penelitian ilmiah yang menggunakan metode ilmiah dan taat pada hukum-hukum logika.

SUMBER BY : 
http://meirianie.wordpress.com/2011/10/25/macam-macam-penalaran/

Minggu, 05 Juni 2011

Yang Tlah Hilang


Cipt : Fadjri & Farhan
Kini aku sadari
Kesalahan yang kulakukan dalam hidupku
Kenyataan ini
Tak dapat ku pungkiri, walau pahit kurasakan
Apakah mungkin smua itu kan terulang
Masa-masa indah
Yang tlah ku lewati
Bersamamu…..
Reff :
Kau yang tlah hilang
Tinggal kan ku, disini ku sendiri
Hanya bayang mu ,
Yang slalu ada, di setiap ingatan
Akuu..

Maaf


Cipt : Ade, Farhan & Mekel
Maaf atas ucapanku
Dan tingkah laku ku kepadamu
Aku hanya manusia biasa
Yang tak luput dari rasa,,
Rasa bersalah ku terhadapmu
Akan ku perbaiki semua

Reff:
Rasa sakit, dari diriku
Juga kurasakan di hatiku
Rasa perih, yang kau rasakan
Juga merobek jantungku
Maaf aku, yang terdalam
Tulus hanya untukmu dariku.

Tobat


Cipt : Mecel
Aku hanyalah insane biasa
Yang tak luput dari dosa-dosa
Diriku yang tak pantas menyentuh surge Mu
Ya Allah
*Dosaku bagaikan butiran pasir
 Yamg terhampar dilautan lepasmu
Reff:
Hanya padaMu
Aku pasrahkan hidup dan matiku
Hanya padaMu
Aku bersujud dan memohon ampunanMu

Benar Mencintaimu


Cipt : Reza Alfatih
Ku tau kau jadi miliknya
Tapi hati ini mencintaimu
Walaupun kau tak jadi milikku
Bahagialah Dirimu di sana
Kesalahan yang tlah ku lakukan
Kau yang kini menjadi miliknya
Diriku tak bias menepis
Semua yang tlah aku rasakan
Reff:
Sungguh aku benar mencintamu, Walaupun kau tak memilih aku
Mungkin suatu saat nanti dirimu, Menjadi milikku seutuhnya

Setiap hari aku berharap
Ada keajaiban darimu
Agar suatu saat nanti kembali
Hatimu yang tlah pergi dariku

Mungkin


Cipt: Farhan

Saat ku mengenal dirimu
Kau adalah sosok wanita
Jujur tulus dan baik hati
Kau pujaan hatiku
Tapi kenyataan tak sejalan
Kau bohongi cinta ini
Kau buat aku sakit hati
Yang tak penah terbayangkan
Reff:
Mungkin hanya sebuah mimpi
Tuk dapatkan dirimu kasih
Mungkin bukan
Dirimu yang kan slalu
Merindukan aku..